Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Yusuf, Aku Relakan Diriku untuk Dirimu, Mendekatlah padaku

0

“Sungguh, aku telah menggodanya, tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang ku perintahkan, dia akan ku penjarakan dan dia akan menjadi orang yang hina.”

Setelah cukup lama Yusuf tinggal bersama keluarga Al-Aziz. Selama  itu pula ia mendapatkan kasih sayang dari mereka. Zulaikha, wanita cantik sekaligus istri dari seorang penguasa saat itu, terlanjur jatuh hati kepada Yusuf. Hingga ia sudah tak dapat menahan kesabarannya lagi. Dia pun menjebak pemuda tampan itu disetiap kesempatan.

“Yusuf, aku merelakan diriku untuk dirimu, mendekatlah padaku,” rayu Zulaikha.

Yusuf menengadah dan meminta pertolongan kepada Allah, “Aku berlindung kepada Allah dari segala perbuatan maksiat…”

Nafsu dan dendam telah membakar hati Zulaikha. Bagian belakang gamis Yusuf pun sobek sangat panjang dari atas hingga bawah. Yusuf berlari dan berhasil membuka pintunya. Setelah pintu terbuka, terlihat Al-Aziz telah berdiri depan pintu dan menatap tajam mereka berdua.  Melihat suaminya demikian Zulaikha berujar, “Penjarakanlah orang ini yang telah mengkhianatimu dan menginginkan istrimu ini.”

Namun Yusuf bersikap tenang, ia lalu berkata, “Yang mulia, dialah yang telah merayuku untuk mengikuti apa yang diinginkannya, aku telah menolak dan memperingatinya. Tapi dia terus memaksaku, aku berlindung kepada Allah dari godaannya dan ajakannya.”

Al-Aziz menatap tajam mata Yusuf. Dia melihat kebenaran dari wajahnya dan tidak menyembunyikan  kebohongan apapun. []

Sumber: Wanita-wanita Hebat Pengukir Sejarah: Kisah Memikat Di Balik Geliat Dakwah Para Nabi/Penerbit Almahira, 2009/ Penulis: Ibrahim Mahmud Abdul Radi

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline