Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Yang Pertama Membangun Ka’bah

0

Di Bumi, Adam bermunajat, “Ya Allah, aku ingin mendengar suara-suara malaikat.”

Allah menjawab, “Pergilah engkau wahai Adam, dan bangunlah untuk-Ku sebuah rumah dan berthawaflah di sana, serta berzikirlah kepada-Ku, sebagaimana engkau melihat para Malaikat berthawaf mengelilingi Arasy-Ku.”

Tidak terlalu jelas dikisahkan bagaimana keadaan Ka’bah yang telah dibangun oleh malaikat. Riwayat ini hanya menjelaskan pembangunan atau renovasi Ka’bah oleh sang rasul pertama tersebut. Kelak, ini akan mempertegas perbedaan pendapat mengenai siapa sebetulnya yang pertama kali membangun Ka’bah.

Jika kita setuju dengan paparan Imam Abu Baqa bin Muhammad Ad-Dhiya, Ja’far bin Muhammad, dan Ali bin Husain bahwa Ka’bah mula-mula dibangun oleh malaikat maka sifat pembangunan oleh Nabi Adam hanya sebatas renovasi atau pembangunan kembali. Akan tetapi, jika kita setuju dengan pendapat Wahhab bin Munabbih, ‘Atha’, Qatadah, dan lain-lain bahwa Adam-lah yang pertama kali membangun Ka’bah’ maka perintah Allah kepada Nabi Adam di atas dapat kita maknai secara harfiah, bahwa di bumi belum ada Rumah Allah dan Nabi Adam membangunnya untuk pertama kali.

Barangkali ini bisa diperkuat dengan riwayat Abdullah bin Umar bahwa ketika Allah menurunkan Nabi Adam, Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku menurunkanmu bersama dengan sebuah rumah atau tempat yang di sekelilingnya digunakan thawaf sebagaimana Arasy-Ku, di sekitarnya dijadikan tempat sholat sebagaimana Arasy-Ku.”

Rumah Allah. Rumah pertama yang dibangun di dunia. Seluruh ulama sepakat bahwa Rumah Allah (BaituIlah) adalah rumah peribadatan pertama yang dibangun, walau kemudian terjadi perbedaan. Sebagian ulama berpendapat, ada rumah yang telah dibangun sebelum Rumah Allah, tapi bukan untuk beribadah. Sedangkan jumhur ulama berpendapat bahwa Rumah Allah adalah rumah pertama yang dibangun secara mutlak, balk sebagai tempat ibadah maupun tempat tinggal.

Jejak sejarah kehidupan Nabi Adam terekam dalam kegiatan manasik haji. Bicara tentang Nabi Adam tentu sulit melepaskannya dengan Tanah Arafah, sebuah padang luas di mana beliau bertemu kembali dengan Hawa di sebuah gunung yang kini dinamai Gunung Cinta (Jabal Rahmah), selepas terpisah karena diusir dad surga. []

Sumber: The Lost Story of Kabah: Fakta-Fakta Mencengangkan Seputar Baitullah/ Penulis: Irfan L. Sarhindi/ Penerbit: Qultum Media, 2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline