Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wahai Tuhanku, Mengapa Engkau Harus Mengampuniku?

0

Barangsiapa yang bersyukur disaat kondisi lapang dan berkeluh kesah dalam keadaan sulit, maka dia termasuk orang yang bohong. “Seandainya Ilmu seluruh manusia berkumpul pada seseorang, lalu dia berkeluh kesah atas musibah yang menimpanya, maka ilmu dan amalnya tidak bermanfaat baginya.”

Sebagaimana di jelaskan di Hadist Qudsy bahwa Allah SWT. berfirman:” Barangsiapa yang tidak rela kepada qadha’-Ku dan tidak bersyukur atas pemberian-Ku, maka hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.”

Diceritakan dari Wahab bin Wanabbih, bahwa ada seorang Nabi yang mengabdi kepadaAllah SWT selama empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT. berfirman kepadanya, “SesungguhnyaAku mengampunimu.”

Nabi itu berkata, “Wahai Tuhanku, mengapa Engkau harus mengampuniku sementara aku tidak pernah berbuat dosa sama sekali?”

Maka, Allah memerintahkan satu urat ditubuhnya berdenyut dan bereaksi yang membuatnya kesakitan dan tidak bisa tidur semalaman. Ketika pagi hari tiba, ia mengadukannya kepada malaikat mengenai sakit yang dideritanya semalaman sebab denyutan satu urat dari tubuhnya itu.

Malaikat itu lalu berkata, “Ketahuilah bahwa Tuhan berfirman kepada Anda, sesungguhnya pahala ibadah lima puluh tahun tidak bisa mengimbangi rintihan dan keluhan Anda semalam, hanya karena rasa sakit yang disebabkan oleh satu urat saja dari tubuh Anda. []

Sumber: dna Mata Hati (Mukasyafatul Qulub)/Penulis: Imam Al-Ghazali/Penerbit: Shahih

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline