Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wahab bin Qabus Langsung Menyusul Ketika Mendengar Kaum Muslim Sedang di Uhud

0

Wahab bin Qabus adalah sahabat Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, ia telah memeluk Islam pada masa-masa awal ketika di Makkah, tetapi Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam memerintahkannya untuk kembali ke kaumnya sampai keadaan cukup aman bagi pemeluk Islam. Ia tinggal di perkampungan di tengah padang pasir dan bekerja menggembala kambing. Suatu hari ia memutuskan untuk menemui Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam di Madinah. Ia berangkat bersama anak saudaranya dan membawa serta sekumpulan kambing peliharaannya.

Tiba di Madinah ia tidak menemukan Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam, orang-orang memberitahukan kalau beliau dan sahabat-sahabatnya sedang berada di Uhud menghadapi pertempuran melawan orang kafir Quraisy.

Mendengar kabar ini, ia meninggalkan kambing-kambingnya di Madinah dan berangkat menuju Uhud dengan persenjataan lengkap.

Wahab tiba di medan pertempuran Uhud ketika kaum muslimin dalam keadaan terdesak. Ia melihat Nabi sedang dikepung sekumpulan musuh yang siap menyerang. Ia mendengar beliau berseru, “Sesungguhnya siapa saja yang bisa mencerai-beraikan musuh ini, ia akan menjadi temanku di surga.”

Mendengar seruan Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam itu, Wahab langsung menghambur menerjang musuh tanpa sedikitpun rasa takut. Sekelompok orang kafir yang mencoba menghadangnya dapat dikalahkan. Datang sekelompok yang lain, ia menyerbu tanpa gentar menyabetkan pedangnya sehingga pengepungan terhadap Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam menjadi longgar. Datang sekelompok lagi menghadang serangannya, dan Wahab tetap melakukan perlawanan dengan sengit. Tetapi keadaan yang tidak berimbang akhirnya membuat patah perlawanannya dan ia gugur karena pukulan dan sabetan pedang yang bertubi-tubi menghantam tubunya.

Usai peperangan, Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam berdiri di dekat jasad Wahab yang penuh luka, sambil bersabda, “Wahai Wahab, sesungguhnya kamu telah menyenangkan hatiku, semoga Allah ridha kepadamu, karena sesungguhnya aku ridha kepadamu.”

Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam memakamkan sendiri jenazah Wahab, walaupun beliau mengalami luka-luka yang cukup parah dalam pertempuran tersebut.[]

Sumber: 101 Sahabat Nabi/Hepi Andi Bustomi/Pustaka Al-Kautsar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline