Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Terlalu Rajin Ibadah tapi Rasulullah Larang, Kenapa?

0

Suatu hari, Rasulullah mendapat laporan tentang sikap Abdullah bin Amr yang beriebihan dalam metaksanakan ibadah. Rutinitas yang dilakukannya setiap hari selalu saja sama, yakni jika ia tidak keluar untuk berjihad, hari-harinya dipenuhi oleh aktivitas ibadah. Mulai terbitnya fajar hingga tiba fajar berikutnya Abdullah senantiasa menjalankan ibadah.

Abdullah bin Amr memang telah bertekad untuk itu. Secara terus-menerus ia akan berpuasa, salat, dan membaca Al-Qur’an. la pun memilih hidup seperti rahib dengan tidak memedulikan istrinya.

Rasulultah pun menasihatinya, “Sesungguhnya, engkau tidak akan mampu melakukan hal tersebut. Untuk itu, berpuasa dan berbukalah. Bangun dan tidurlah. Berpuasalah engkau tiga hari dalam setiap bulannya karena satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat Dan, itu seperti puasa sepanjang tahun (ad-dahr)”

Abdullah menjawab, “Aku masih sanggup melakukan yang lebih daripada itu, ya Rasulullah.”

Maka, Rasulullah memintanya berpuasa satu hari dan tidak berpuasa dua hari.

“Aku masih sanggup melakukan yang lebih dari itu, ya Rasulullah.”jawab Abdullah kembali.

Maka, Rasulullah Saw. kembali berkata, “Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari, yang demikian itu adalah puasa Daud, puasa tersebut adalah puasa yang paling baik.”

“Tapi, aku masih sanggup melakukan yang lebih banyak daripada itu, ya Rasulullah.” Abdullah masih bertahan.

“Sesungguhnya, tidak ada yang lebih baik daripada puasa tersebut,” ucap Rasulullah Saw.

Abdullah terdiam mendengar penjelasan Rasulullah. Kemudian, Rasulullah kembali bertanya, “Benarkah Engkau membaca Al-Qur’an sepanjang malam sampai tidak tidur?”
Abdullah mengiyakan. “Sebaiknya Engkau membaca Al-Qur’an sampai khatam selama satu bulan. Kalau kamu bisa lebih cepat, khatam dalam sepuluh hari. Kalau bisa lebih cepat lagi, khatam dalam tiga hari.” Abdullah diam terpekur.

Raasulullah Saw. bersabda, “Seungguhnya aku puasa dan berbuka. Aku salat dan tidur. Aku menikahi perempuan. Ketahuilah, tubuhmu juga punya hak untuk istirahat. Maka, siapa yang tidak suka sunnahku, tidak akan termasuk dalam golongan umatku.” (H.R. Bukhari dan Muslim). []

Sumber: Para Abdullah di SekitarRasulullah/ Haeriah Syamsuddin/Khazanah Intelektual/ 2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline