Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Sam bin Nuh Dihidupkan Kembali

0

Nabi Isa bin Maryam a.s bisa menghidupkan kembali orang yang telah mati atas izin Allah s.w.t. Namun apa daya orang kafir tetap saja tak peduli apalagi beriman. Mereka berkata, “Kau hanya bisa menghidupkan orang yang baru mati saja, cobalah hidupkan olehmu orang yang mati sejak zaman dahulu!”

Isa a.s menjawab tanpa ragu, “Pilihlah oleh kalian satu. Siapa yang hendak harus aku hidupkan di hadapanmu?”

“Hidupkanlah Sam bin Nuh!” timpal mereka.

Maka Isa pun pergi ke makam Sam yang terletak tak jauh dari tempatnya. Ia shalat dua rakaat penuh, kemudian berdo’a kepada Allah. Lalu Allah bangkitkan Sam di hadapan mereka. Rambut kepala dan jenggotnya telah memutih semua.

Ditanyalah Sam, “Mengapa kamu beruban, sedang dahulu rambutmu hitam legam?”

Sam pun menjawab dengan iba, “Tatkala kudengar panggilan keluar, aku mengira kiamat telah tiba. Ketakutan diriku menghujam, karena itulah rambutku memutih semua.”

Ditanyanya ia kembali, “Berapa lama engkau mati?”

Related Posts

“Empat ribu tahun, namun belum hilang juga pedihnya maut terasa.”

Dari kisah itu terdapat pelajaran yang mamp diambil.

Pertama, orang-orang zaman nabi Isa a.s sangatlah usil, dengan mencoba dan menguji Nabi putra Maryam tersebut dengan memintanya agar menghidupkan Sam putra nabi Nuh yang telah meninggal ribuan tahun lalu. Padahal, orang mati yang telah lalu maupun baru sama saja. Mereka telah fana’ dan hilang dari peredaran dunia. Mukjizat pun sama, ayat-ayat Allah yang diturunkan lewat Nabi-Nya sudah patutnya di-imani oleh mereka.

Kedua, betapa menakutkannya hari kiamat. Dalam kisah pendek di atas disebutkan bahwasannya Sam bin Nuh yang tadinya berambut hitam seketika memutih karena ketakutannya akan hari kiamat (kebangkitan). Saat Sam dihidupkan oleh Allah lewat perantara Nabi Isa a.s sebagai salah satu mukjizat-Nya yang hendak diperlihatkan kepada kaum Nabi Isa saat itu.

Ketiga, pedihnya maut. Sam bin Nuh menceritakan kepada Nabi Isa, menyoal betapa pedihnya maut hingga usia kematiannya yang telah empat puluh abad masih ia rasakan. []

Baca juga: Perdebatan Nabi Isa dengan Seorang Laki-laki dari Bani Israil

 

Sumber: Hikmah dari Langit/Penulis: Ust. Yusuf Mansur/Penerbit: Penerbit Pena

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline