Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Raja Berhati Singa Mengajukan Permintaan Damai

0

Shalahuddin Al-Ayyubi dilahirkan pada 1137. Pendidikan pertama diterimanya dari ayahnya sendiri, yakni Najamuddin Al-Ayyubi. Di samping itu, pamannya juga memberi andil dalam membentuk kepribadiannya, yaitu Asaduddin Sherkoh. Keduanya adalah pembantu dekat Sultan Nuruddin Mahmud.

Shalahuddin dibesarkan seperti anak-anak orang Kurdi biasa. Pendidikannya juga seperti anak-anak pada umumnya. Jatuhnya Yerussalem ke tangan Kaum Muslim menimbulkan kegusaran besar di Eropa. Sehingga Kaisar Jerman, Frederick Barbossa, Kaisar Prancis, Philipe de Auguste, dan Raja Inggris, Richard The Lion Heart segera berangkat dengan pasukan besar untuk merebutnya kembali. Mereka mengepung Pelabuhan Akka.

Dalam sejumlah pertempuran terbuka, Pasukan Salib mengalami kekalahan dengan korban yang besar. Kota Akka yang dipertahankan Pasukan Islam berbulan-bulan lamanya menghadapi Pasukan Salib, akhirnya menyerah dengan syarat mereka harus membayar uang tebusan sejumlah 200.000 emas. Karena keterlambatan dalam suatu penyelesaian uang tebusan itu, Raja Richard menyuruh membunuh kaum Muslim yang tak berdaya.

Perilaku Raja Inggris ini sangat melukai perasaan Shalahuddin. la bernadzar untuk menuntut bela atas darah Kaum Muslim Akka. Dalam perang yang berkecamuk sepanjang 150 mil garis pantai, pasukan yang dipimpinnya memberikan pukulan-pukulan berat terhadap Pasukan Salib hingga Raja Inggris yang berhati singa itu mengajukan permintaan damai.

Berakhirlah serbuan Pasukan Salib itu. Gabungan pasukan pilihan dari Eropa itu hanya mampu merebut kota Akka dan menghancurkan kota Asqalan. Dalam pertempuran itu. Jerman kehilangan kaisarnya dan kehancuran tentara pilihannya. Lebih dari 600.000 Pasukan Salib mendarat di kota Akka. Tetapi, yang kembali pulang seratus ribu orang.

Tetapi sayang, ia tidak ditakdirkan lama merasakan kedamaian, beberapa bulan kemudian, ia wafat pada Rabu, 27 Safar 589 H (14 Maret 1193). []

Sumber: 150 Kisah Utsman ibn Affan/ Penulis: Ahmad Abdul `Al Al-Thahtawi/ Penerbit: Mizania,2016

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline