Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Para Istri Nabi Meminta Tambahan Nafkah

0

Aisyah berkata, “Rasulullah datang kepadaku. Beliau bersabda, ‘Aku akan menyampaikan suatu perkara kepadamu. Janganlah kamu tergesa memutuskannya, sebelum kamu bermusyawarah dengan kedua orang tuamu!”

Aku bertanya, “Perkara apakah itu?”

BACA JUGA: Benarkah Rasulullah Sepanjang Hidupnya, Hidup dalam Keadaan Miskin?

Kemudian beliau membaca (ayat) di hadapanku, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, ‘Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 28-29)

Aku berkata, “Untuk urusan seperti ini engkau memerintahku untuk bermusyawarah dengan kedua orang tuaku, namun aku menginginkan ridha Allah, Rasulullah, dan kesenangan di negeri akhirat.”

Nabi senang dengan jawabanku itu dan beliau dibuat kagum karenanya. Kemudian beliau bersabda (kepada Aisyah), “Apa yang telah aku sampaikan padamu (ini) akan aku sampaikan (pula) kepada para sahabatmu (maksudnya istri beliau yang lain).”

Aku berkata, “Janganlah engkau mengabarkan kepada mereka apa yang telah aku pilih.”

Nabi tidak mengabarkan keputusan -yang dipilih- Aisyah pada para istri yang lain. Beliau menyampaikan kepada mereka seperti beliau menyampaikan kepada Aisyah.

Kemudian beliau bersabda, “Aisyah telah memilih ridha Allah, ridha Rasulullah, dan kesenangan di negeri akhirat.”

BACA JUGA: Aisyah: Wahai Rasulullah, Apa Tebusan atas Apa yang Aku Lakukan Ini?

Aisyah berkata, “Rasulullah telah memberikan kepada kami pilihan (dicerai atau tetap hidup bersama Rasulullah), dan kami tidak menganggap hal itu sebagai thalaq (cerai).”

Peristiwa ini terjadi ketika para istri Nabi meminta tambahan nafkah pada Nabi. []

Sumber: Golden Stories Kisah-Kisah Indah Dalam Sejarah Islam, Mahmud Musthafa Sa’ad & Dr. Nashir Abu Amir Al-Humaidi

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline