Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala di Kedua Mata Rasulullah Ada Warna Kemerah-merahan?

0

Suatu ketika Khadijah binti khuwailid mendengar kabar tentang kemuliaan sosok Nabi akhir zaman, ialah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam. Kabar tersebut mengatakan bahwa beliau adalah lelaki yang sangat jujur perkataannya, sangat bisa dipercaya dalam menjalankan amanat, dan memiliki akhlak yang mulia.

Maka Khadijah mengutus seseorang untuk menemui beliau dan menawarkan kepadanya untuk ikut memperdagangkan barang-barangnya ke Syam. Bahkan untuknya, Khadijah bersedia memberikan dagangan yang lebih baik daripada yang biasa ia berikan kepada pedagang-pedagang lain.

Singkat cerita, beliau pun menerima tawaran tersebut. Tak lama kemudian, beliau berangkat ke Syam untuk berdagang. Dalam kepergian dagangnya ini, beliau ditemani oleh seorang budak lelaki Khadijah yang bernama Maisarah.

Selama perjalanan tersebut, Maisarah melihat beberapa tanda dan mukjizat yang menunjukkan keagungan diri Muhammad. Maka sekembalinya ke Mekah, Maisarah menceritakan semua yang dilihatnya kepada majikannya, Khadijah. Dari cerita Maisarah inilah Khadijah tertarik untuk menikah dengan beliau.

Salah satu tanda itu terlihat oleh Maisarah saat berada di kota Bashrah. Saat itu, Muhammad bersama Maisarah tengah beristirahat dalam perjalanan pulang mereka dari Syam.

Sewaktu beliau berteduh di bawah sebatang pohon, seorang pendeta datang menemui Maisarah dan berkata, “Sungguh, tidak ada seorang pun yang berteduh di bawah pohon ini, kecuali ia seorang nabi.”

Kemudian, pendeta tersebut bertanya kepada Maisarah, “Apakah di kedua matanya ada warna kemerah-merahan?”

Maisarah menjawab, “Benar!”

Sang pendeta berkata lagi, “Kalau begitu jangan meninggalkannya, sebab ia adalah seorang nabi, yakni penutup para nabi.”

Selain tanda tersebut, Maisarah juga selalu melihat adanya dua malaikat yang selalu melindungi Muhammad dari panas matahari ketika teriknya sangat menyengat. Sebuah riwayat mengatakan bahwa Khadijah juga pernah melihat hal serupa ketika Muhammad memasuki kota Mekah pada tengah hari.

Maisarah menuturkan, “Suatu ketika, beliau terlibat dalam perdebatan kecil tentang kualitas barang dagangannya dengan seorang calon pembeli. Lalu, si pembeli berkata, ‘Bersumpahlah demi Lata dan Uzza!’

Rasulullah menjawab, ‘Aku tidak pernah bersumpah atas nama Lata dan Uzza sebelumnya. Aku hanyalah diperintah. Karena itu, aku menolak keduanya.’

Orang tadi berpaling kepada Maisarah, ‘Demi Allah, ini adalah seorang nabi yang tanda-tandanya telah diketahui oleh para pendeta kami dari kitab-kitab mereka’.” []

Sumber: Biografi Rasulullah, Sebuah Studi Analitis Berdasarkan Sumber-sumber yang Otentik/Penulis: DR. Mahdi Rizqullah Ahmad/Penerbit: Qisthi Press,2005

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline