Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Abdullah bin Mughaffal Tidak Ikut Perang, Allah Menghiburnya

0

Perang Tabuk adalah perang yang sangat sulit. Diperlukan perbekalan yang cukup karena jarak yang akan ditempuh sangat jauh. Terlebih lagi kaum muslimin akan menghadapi pasukan Romawi yang terkenal banyak dan kuat. Tidak semua sahabat dapat pergi ke Tabuk.

Salah satunya adalah Abdullah bin Mughaffal. la adalah seorang sahabat yang taat dan setia, yang termasuk golongan sahabat yang melakukan Bai’atur Ridwan, yakni sumpah setia kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam di suatu tempat bernama Hudaibiyah pada tahun ke-7 H.

“Aku termasuk di antara orang-orang yang mengambil baiat atau perjanjian sumpah setia pada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Sejak itu aku tidak pernah absen dalam perjuangan menegakan dan menyebarkan ajaran agama Islam bersama-sama dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, kecuali Perang Tabuk.”

Inilah yang sangat disesali oleh Abdullah. la berusaha mencari perbekalan agar bisa ikut ke Tabuk. Karena kondisinya yang miskin, Abdullah belum juga memperoleh perbekalan. Saat itu musim panas dan persediaan makanan hampir habis. Abdullah bin Mughaffal terus berusaha ke sana kemari mencari perbekalan tanpa putus asa. Termasuk, meminta bantuan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Sayangnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak dapat menolongnya.

“Aku tidak dapat mengusahakan kendaraan untuk mengangkut kalian,” jawab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Akhirnya, sampai hari keberangkatan Abdullah belum juga memperoleh kendaraan yang akan membawanya ke medan perang. Hatinya sangat sedih. la menangis mengadu pada Allah. Alangkah sedih Abdullah ketika menyaksikan teman-temannya berbaris dan bersaf-saf, mengikuti komando Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju medan fi sabilillah.

la sedih karena harus tinggal dalam kota bersama-sama dengan kaum perempuan dan anak-anak kecil yang belum memenuhi syarat untuk ikut berperang.

Allah kemudian menghiburnya dengan menurunkan ayat, “Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, ‘Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.’ Lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nalkahkan.” (QS. At-Taubah: 92)

Walaupun Abdullah bin Mughaffal tidak dapat berangkat ke Tabuk, hatinya tetap terkait di medan jihad. Inilah bukti semangat dan kecintaannya pada Islam. []

Baca juga: Kelaparan yang Melanda dalam Perjalanan Menuju Tabuk

Sumber: 99 Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi/Penulis: Tethy Ezokanzo/Penerbit: Kalil

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline