Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Syair yang Membuatnya Mendapat Doa dari Rasulullah

0

Muslim meriwayatkan dari Salamah bin Akwah, “Tiga bulan setelah kami pulang dari peperangan Banu Fazarah, kami diperintahkan untuk menuju Khaibar.

Dalam kesempatan itu Amir keluar dengan bersyair, “Demi Allah, jika tidak karena engkau hai Rasulullah kami tak akan mendapat petunjuk, tak akan bershalat dan bersedekah. Dan kami tidak dapat melepaskan diri dari pemberianmu. Ya Allah, turunkan kepada kami ketenangan dan tetapkan kaki kami jika kami berperang.”

Tanya Nabi, “Siapakah yang bersyair itu?”

Jawab para sahabat, “Orang itu adalah Amir.”

Jawab Nabi, “Semoga Allah mengampuni orang itu.”

Biasanya kalau seorang telah didoakan oleh Nabi orang itu akan mati syahid.”

Kata Umar, “Ketika kami tiba di Khaibar ada seorang pahlawan Yahudi yang bernama Muharib bersyair, ‘Padang Khaibar telah tahu bahwa aku adatah Muharib yang datang dengan senjata yang terhunus.’

Jawah Amir, ‘Padang Khaibar telah tahu bahwa aku adalah Amir, yang datang dengan senjata terhunus.’

Setelah keduanya berperang tanding Amir terluka dan sampai terbunuh. Salamah pergi melaporkan kepada Nabi sambil menangis karena para sahabat Nabi banyak yang mengatakan bahwa Amir mati bunuh diri.

Nabi bertanya, “Apakah yang menyebabkan kamu menangis?”

Jawab Salamah, “Aku menangis karena aku dengar bahwa Amir mati bunuh diri.”

Tanya Nabi, “Dengar dari siapakah kamu berita itu?”

Jawab Salamah, “Aku dengar dari sebagian sahabatmu?”

Jawab Nabi, “Sungguh tidak benar apa yang mereka katakan, sebaliknya Amir akan mendapatkan pahala dua kali lipat.”

Setelah itu Nabi memanggil Ali bin Abu Thalib dan berkata, “Aku akan berikan bendera ini kepada seorang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan keduanya juga cinta kepadanya.”

Kata para sahabat, “Ali sakit mata, ya Rasulullah.”

Setelah Ali datang ke hadapan beliau maka Nabi meludahi mata Ali sambil mendoakan baginya agar sembuh. Setelah kedua mata Ali sembuh maka Nabi memberikan bendera itu kepada Ali untuk memimpin pasukan Islam membuka benteng Khaibar. Setelah itu All maju ke depan sambil bersyair, “Aku adalah seorang yang diberi nama ibuku Haidar (seekor macan), seekor macan rimba wajahnya buruk namun daya terkamnya sangat tangkas.”

Setelah keduanya berperang tanding, Ali dapat memenggal kepala Muharib pahlawan Yahudi yang kenamaan itu.”

Ibnu Ishak meriwayatkan dari Abu Rafi’, “Ketika Nabi mengutus Ali bin Abu Thalib ke Khaibar bersama kaum Muslimin semua penduduk benteng Khaibar berusaha untuk mengadakan perlawanan. Ketika Ali mendekati pintu gerbang benteng itu perisainya dipukul oleh seorang Yahudi sampai terjatuh. Kemudian AIi mengangkat pintu gerbang itu sambil menjadikannya sebagai perisai sampai Kaum Muslimin mendapatkan kemenangan.

Waktu pintu itu dilemparkan ke tanah oleh Ali kami berdelapan mencoba untuk mengangkat pintu gerbang itu namun kami tak kuat mengangkat pintu gerbang sebesar itu. (Al-Bidayah jilid 4 halaman 179). []

Sumber: Kehidupan Para Sahabat Rasulullah/ Penulis: M Yusuf Al Kandahlawi/ Penerbit: Pt Bina Ilmu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline