Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Seorang dari Quraisy yang Berniat Membantu Pasukan Muslim di Pertempuran Hunain, Ternyata …

0

Nudhair bin Harits termasuk orang yang berilmu dari kaum Quraisy, tetapi ia juga bersemangat memacu kendaraannya bersama kaum Quraisy memusuhi Islam. Setelah Fathul Makkah, ia belum juga memeluk Islam, tetapi ia menyertai Rasulullah SAW dalam Perang Hunain dengan niat akan menolong pasukan Islam jika mengalami kekalahan. Niat ini tidak kesampaian karena pasukan Islam memperoleh kemenangan. 

Usai peperangan, ketika masih berada di Ji’ranah, Nabi SAW menghampiri Nudhair dan menyapanya. Nudhair mendekati Nabi SAW dan beliau bersabda, “Ini adalah lebih baik daripada apa yang engkau niatkan pada perang Hunain.”

Setelah Nudhair makin dekat, beliau bersabda lagi, “Telah sampai waktunya bagimu untuk melihat keadaan dimana kamu berada di dalamnya.”

“Aku telah melihatnya, Ya Muhammad,” Kata Nudhair.

Mendengar ini, Nabi SAW kemudian berdoa, “Ya Allah, tambahkanlah baginya keyakinan yang kokoh.”

Selesai beliau membaca doa tersebut, hati Nudhair seperti terbuka, terasa hatinya begitu kokoh berada di jalan Islam dan menguat semangatnya untuk menjadi pembela kebenaran Islam. Iapun bersyahadat menyatakan Islam di depan Nabi SAW, beliau menyambutnya dengan gembira.

Beberapa saat kemudian ketika ia telah sampai di rumahnya di Makkah, seorang lelaki dari bani Daul datang dan berkata, “Hai Abu Harits, Rasulullah memerintahkan untuk memberimu seratus ekor unta dari ghanimah perang Hunain, karena itu berilah aku beberapa ekor karena aku mempunyai hutang.”

Mendengar berita ini, Nudhair berkata, “Tidak lain ini adalah ta’alluf, aku tidak mau disuap untuk memeluk Islam. Demi Allah, aku tidak pernah menuntut dan tidak pernah meminta unta-unta ini karena keputusanku memeluk Islam.”

Ta’alluf adalah hadiah yang diberikan untuk menyenangkan orang yang baru memeluk Islam. Jika yang dibagikan zakat, mereka termasuk kelompok mu’allaf. Nudhair berkehendak untuk tidak mengambil pemberian ini, karena keislamannya tidaklah karena harta.

Tetapi kemudian ia sadar, apa yang diputuskan Rasulullah SAW harus ditaatinya walaupun mungkin ia tidak sependapat. Apalagi dilihatnya lelaki bani Daul itu juga sangat membutuhkan dan sangat berharap dari bagian yang diberikan Rasulullah SAW untuknya dari ghanimah perang Hunain. Karena itu ia mengambil unta-unta bagian ghanimah itu, dan memberikan sepuluh ekor kepada lelaki bani Daul tersebut. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline