Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Selamat dari Api Neraka karena Seutas Bulu Mata

0

Diterangkan dalam sebuah hadits, “Bilamana telah hari kiamat, ada seorang hamba yang diberhentikan di haribaan Allah swt, maka diberikan buku catatan amalnya, dan dia dapatkan di dalam buku catatan itu banyak amal perbuatan yang jelek.

Maka dia berkata, ‘Wahai Tuhan-Ku, aku tidak mengerjakan semua kejelekkan ini.’

Allah swt berfirman, ‘Sungguh Aku mempunyai beberapa saksi yang terpercaya.’

Lalu si hamba itu berpaling ke kanan dan ke kiri, dan ia tidak melihat seorangpun yang menjadi saksi, lalu dia berkata, ‘Wahai Tuhan-Ku, dimana ada saksi ?’

Lalu Allah swt memerintahkan semua anggota badan si hamba itu untuk menjadi saksi baginya. Semua anggota badanpun menjadi saksi.

Kedua telinga berkata, ‘Sungguh kami telah mendengar dan telah mengetahui bahwa sesungguhnya dia telah berbuat.’

Kedua mata berkata, ‘Sungguh kami telah melihat.’

Kata lidah, ‘Sungguh kami telah mengatakan.’

Related Posts

Dan demikian pula dua tangan dan dua kaki sama berkata, ‘Sungguh kami telah mengerjakan.’

Kata farji atau dzakar atau alat vital, ‘Aku telah melacur.’

Maka hamba itu menjadi bimbang. Lalu Allah swt memerintahkan dia masuk ke neraka. Ketika itu tampaklah di mata si hamba yang kanan, sehelai bulu mata meminta izin kepada Allah swt untuk berbicara. Allah swt pun memberi izin kepadanya.

Kata bulu mata, ‘Wahai Tuhanku! Tidaklah Tuhan telah berfirman, ‘Seorang hamba manapun yang telah membasahi seutas rambut dari rambut matanya dengan air matanya karena takut kepada-Ku, maka Aku selamatkan dia dari neraka?’

Maka Allah swt berfirman, ‘Ya betul.’

Lalu si rambut mata itu berkata lagi, ‘Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya hamba yang berdosa ini telah membasahi aku dengan airmatanya dari sebab takut kepada Engkau.’

Lalu Allah swt memerintahkan agar dia masuk surga.

Kemudian ada suara yang berseru, ‘Ketahuilah sesungguhnya fulan bin fulan telah selamat dari neraka hanya dengan sebab seutas rambut dari kedua matanya.” (Durratun Nashihin 3: 207-209). []

Sumber: Keagungan Rajab & Sya’ban/Penulis: Abdul Manan Bin Haji Muhammad Sobari

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline