Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah Menikmati Keindahan Malam Lailatul Qadar

0

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berdiri shalat, para sahabat juga menunaikan shalat. Ketika beliau menegadahkan tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mengamininya.

Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari bulan Ramadhan.

Disaat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak.

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi.

Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kepalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengangat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Namun beliau pun mencegahnya dan berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya”.

Apa yang dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ini menunjukkan betapa banyak hikmah dan rahasia di balik malam seribu bulan. []

Baca juga: Berkali-kali Pingsan Karena Rindu kepada Rasulullah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline