Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasulullah: Menetaplah di Rumah Kalian, Akan Dicatat Jejak Kalian

0

Bani Salimah adalah sebuah keluarga yang tinggal di salah satu ujung Kota Madinah. Mereka sangat ingin sekali untuk selalu bisa shalat berjamaah di Masjid Nabawi bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Namun  mereka mengeluhkan jauhnya rumah mereka dari masjid sehingga cukup merepotkan bila harus bolak-balik ke masjid dengan jarak yang cukup jauh.

Keinginan dan keadaan ini menjadikan Bani Salimah berkeinginan berpindah rumah ke tempat yang lebih dekat dengan masjid. Apalagi masih banyak tanah kosong di sekitaran Masjid Nabawi.

Kabar perihal keinginan pindah rumah ini sampai ke telinga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka ketika bertemu dengan Bani Salimah beliau mengonfirmasi kabar tersebut dan ketika mereka membenarkannya beliau menitahkan, “Tetapilah rumah kalian, jejak kalian akan ditulis. Tetapilah rumah kalian, jejak kalian akan ditulis.”

Mendengar titah Rasulullah ini Bani Salimah berujar, “Tak ada yang menggembirakan kami untuk pindah rumah.”

Ya, mereka tak jadi pindah rumah.

Imam Muslim dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudlatus Shâlihîn meriwayatkan kisah tersebut sebagai berikut, “Dari Jabir radliyallâhu ‘anhu ia berkata, “Ada beberapa petak tanah yang kosong di sekitar masjid Nabawi. Maka Bani Salimah berkeinginan untuk berpindah ke dekat masjid. Hal itu sampai kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka kepada mereka beliau berkata, “Telah sampai kepadaku berita bahwa kalian ingin berpindah ke dekat masjid?”

Mereka menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Kami menginginkan itu.”

Maka Rasul bersabda, “Wahai Bani Salimah, tetapilah rumah kalian, akan dicatat jejak kalian. Tetapilah rumah kalian, akan dicatat jejak kalian.”

Mereka berkata, “Tak ada yang membahagiakan kami untuk berpindah rumah.”

Kuatnya motivasi para sahabat nabi dalam mendapatkan kebaikan ukhrawi ini juga ditunjukkan dalam sebuah hadits yang juga diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam hadits ersebut Ubay bin Ka’b menceritakan ada seorang sahabat yang rumahnya sangat jauh dari masjid Nabawi, tak ada yang lebih jauh darinya. Namun demikian ia tak pernah melewatkan shalat berjamaah di masjid. Seseorang menyarankan kepadanya untuk membeli seekor himar yang bisa ia tunggangi ketika pergi ke masjid di waktu gelapnya malam dan di saat panas yang terik.

Atas saran ini sahabat tersebut berujar, “Aku tak merasa senang bila rumahku ada di samping masjid. Aku ingin setiap langkahku ketika pergi ke masjid dan ketika pulang ke rumah dicatat oleh Allah.”

Mengetahui hal ini Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah telah mengumpulkan semua itu untukmu.” []

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline