Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Rasululah: Tidak Ada Bayi yang Bisa Berbicara Kecuali Tiga Orang Bayi

0

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam berabda, “Tidak ada bayi yang bisa berbicara kecuali tiga (orang bayi). Pertama, Isa.

Kedua, diantara Bani Israil dulu terdapat seorang laki-laki yang bernama Juraij. Ketika ia sedang shalat, lalu ibunya memanggilnya. Maka, Juraij berkata (di dalam hatinya),’Aku menjawab panggilannya atau melanjutkan shalat?’

Lalu ibunya berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau matikan dia sampai Engkau memperlihatkan kepadanya wajah-wajah pezina.’

Dan ketika Juraij berada di tempat peribadatannya, seorang perempuan datang kehadapannya dan mengajaknya bicara, namun Juraij menolak. Kemudian perempuan itu mendatangi seorang penggembala, lalu memperbolehkannya untuk menidurinya. Sehingga perempuan itu melahirkan seorang bayi laki-laki.

Kemudian perempuan itu berkata, ‘Ini anak Juraij.’

Maka, orang-orang pun mendatangi Juraij, lalu menghancurkan tempat peribadatannya dan merununkan Juraij serta menghinanya. Juraij lalu berwudhu dan shalat. Setelah itu, ia mendatangi bayi tersebut lalu berkata, ‘Siapa ayahmu, wahai bayi?’

Bayi itu menjawab, ‘Pengembala.’

Mereka berkata, ‘Kami akan bangun kembali tempat peribadatanmu dari emas.’

Juraij berkata, ‘Jangan, buat saja dari tanah liat.’

Ketiga, ada seorang perempuan dari Bani Israil yang sedang menyusui bayi laki-lakinya. Lalu lewatlah seorang laki-laki yang menunggangi kuda dengan penampilannya yang gagah. Maka perempuan tersebut berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang itu.’

Lantas sang bayi melepaskan susunya dan melihat ke arah sang penunggang kuda, lalu berkata, “Ya Allah, jangan Engkau jadikan aku seperti orang itu.’

Kemudian bayi itu kembali menyusu kepada susu ibunya.”

Abu Hurairah berkata, “Seakan-akan aku melihat Nabi Shalallahu alaihi wasallam menghisap jarinya.”

“Kemudian lewatlah seorang budak perempuan. Sang ibu berkata, ‘Ya Allah, janganalah Engkau jadikan anakku seperti budak itu.’

Lalu sang bayi melepaskan susunya, kemudian berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti budak perempuan itu.’

Lantas sang ibu berkata, ‘Mengapa demikian?’

Bayi itu berkata, ‘Sang penunggang kuda itu adalah orang yang lalim dan budak perempuan itu dituduh kamu mencuri, kamu berzina, padahal ia tidak melakukannya.'” (HR. Al-Bukhari: 3436, AL Fath: 6/589) []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/Penulis: Imam Az-Zubaidi/Ppenerbit: Insan Kamil,2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline