Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Perjalanan Hidup Ummahatul Mukminin Pertama (Bagian 5)

0

Khadijah binti Khuwailid adalah sebaik-baik wanita ahli surga. Ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.”

BACA JUGA: Dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah, Ini yang Abu Bakar Katakan Tentang Rasulullah!

H. Awal Masa Jihad di Jalan Allah

Khadijah meyakini seruan suaminya dan menganut agama yang dibawanya sebelum diumumkan kepada masya-rakat. Itulah lang;kah awal Khadijah dalam menyertai suami-nya berjihad di jalan Allah dan turut menanggung pahit getirnya gangguan dalam menyebarkan agama Allah.

Beberapa waktu kemudian Jibril kembali mendatangi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk membawa wahyu kedua dari Allah, “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (al-Muddatstsir: 1-7)

Ayat di atas merupakan perintah bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mulai berdakwah kepada kalangan kerabat dekat dan ahlul-bait beliau. Khadijah adalah orang Pertama yang menyatakan beriman pada risalah Rasulullah dan menyatakan kesediaannya menjadi pembela setia Nabi.

Kemudian menyusul Ali bin Abi Thalib, anak paman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang sejak kecil diasuh dalam rumah tangga beliau. Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak. Lalu Zaid bin Haritsah, hamba sahaya Rasulullah yang ketika itu dijuluki Zaid bin Muhammad.

BACA JUGA: Perjalanan Hidup Ummahatul Mukminin Pertama (Bagian 4)

Dari kalangan laki-laki dewasa, mulailah Abu Bakar masuk Islam, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqash, az-Zubair ibnu Awam, Thalhah bin Ubaidilah, dan sahabat-sahabat lainnya. Mereka masih menyatakan Islam secara sembunyi-sembunyi sehingga harus melaksanakan shalat di pinggiran kota Mekah. []

Sumber: Istri Rasulullah Contoh dan Teladan/Karya: Amru Yusuf/Penerbit: Gema Insani,1997

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline