Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Penyebab Turunnya Al-Hujuraat Ayat 3

0

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi…”

Tsabit bin Qais r.a, jika ia bicara, suaranya keras sekali karena telinganya agak pekak. Mungkin hal itu dilakukan juga terhadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sehingga beliau merasa terganggu. Setelah kejadian itu, ia sangat menyesali perbuatannya, lalu ia mengurung diri di kandang kudanya.

Ashim datang memberitahukan hal itu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu Rasulullah bersabda, “Panggil dia kemari!”

Ashim lalu memberitahukan hal itu kepada Tsabit, “Rasulullah memerintahkan kaudatang menemuinya.”

Keduanya pergi menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau bertanya, “Mengapa kau menangis?”

Tsabit menjawab, “Aku shalat dengan suara keras dan aku khawatir kalau ayat tersebut (…Janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi dan janganlah kamu berkata Icepadanya dengan suara keras….) diturunIcan untukku.”

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah kamu mau menghentikan tangismu dan mati syahid, lalu kamu dimasukkan ke dalam surga?”

Tsabit menjawab, “Ya, aku mau menyambut berita gembira dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya itu, dan tidak akan bersuara keras lagi melebihi suara Rasulullah.”

Turunlah firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa…” (al-Hujuraat 3) []

Sumber: Tokoh-tokoh yang diabadikan al-Quran, Volume 1/Penulis: Abdurrahman Umairah/Penerbit: Gema Insani Press,2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline