Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Penikmat Nahrul Khabal

0

Pada suatu malam, Khalifah Umar bin Khaththab berkeliling di lorong-lorong Kota Madinah. Di ujung simpang jalan, dia bertemu dengan seorang pemuda yang membawa kendi. Pemuda itu menyembunyikan kendinya dalam kain sarung yang diselimutkan ke belakang punggungnya.

Khalifah Umar mencurigai sikap pemuda itu, lantas dia bertanya, “Apa yang engkau sembunyikan?”

Pemuda itu panik karena takut dimarahi oleh Umar yang terkenal tegas dan keras. Dia menjawab dengan takut bahwa dia hanya membawa kendi berisi madu. Padahal, isinya arak.

Dalam kebohongannya, si pemuda berniat untuk bertobat dan berhenti minum arak. Sesungguhnya, pemuda itu menyesal melakukan perbuatan mabuk-mabukan dan berdusta kepada orang lain.

Dalam penyesalannya, dia berdoa kepada Allah Swt. agar Umar tidak sampai memeriksa isi kendinya.

“Kendi ini berisi madu?” tanya Umar dengan nada tidak percaya.

Khalifah Umar segera meminta kendi si pemuda tadi. Dia ingin melihat sendiri isi kendi itu. Rupanya, doa si pemuda dikabulkan oleh Allah Swt. Saat itu juga, Allah telah menukarkan isi kendi dengan madu. Allah Swt. telah memberikan hidayah-Nya kepada si pemuda yang berniat tobat.

Sehingga, niatnya yang ikhlas membuatnya terhindar dari kemarahan Khalifah Umar, yang mungkin bisa membahayakan dirinya kalau kendi itu masih berisi arak.

Ketika Umar mengetahui bahwa kendi itu berisi madu, dia pun segera menyuruh si pemuda pulang ke rumahnya. Saat tiba di rumahnya, si pemuda bersungkur, sujud kepada Allah Swt. Dia menangis sejadi-jadinya. Sesungguhnya, dia menyadari bahwa Rasul telah memberitahunya akibat minum arak.

Rasulullah pernah bersabda, “Seteguk arak akan membuat shalat fardhu dan sunnahnya tidak akan diterima oleh Allah Swt. selama tiga hari. Siapa yang minum arak segelas. maka Allah Swt. tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Siapa yang tetap minum arak, maka Allah Swt. akan memberinya nahrul khabal.”

Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah nahrul khabal itu?”

“Darah bercampur nanah manusia penghuni neraka.” jawab Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam dengan tegas. []

Sumber: 100 Kisah Islami Pilihan/Penulis: Salman Iskandar/Penerbit: Mizan,2009

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline