Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Memulainya dengan Berhenti Berbohong

0

Suatu waktu, seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya banyak kebiasaan buruk. Mana yang harus saya hentikan Iebih dahulu?”

Beliau menjawab, “Berhentilah berbohong Iebih dulu dan selalu berbicara benar.”

Laki-laki itu berjanji untuk melakukannya dan tidak akan melakukan pelanggaran lagi, lalu pulang. Pada malam hari, orang itu pergi untuk mencuri. Sebelum berangkat, ia berpikir sejenak tentang nasihat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam dan janji yang telah dia sampaikan di hadapannya.

“Jika besok Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadaku di mana saya berada pada malam ini, apa yang harus saya katakan? Haruskah saya mengatakan bahwa saya pergi untuk mencuri? Tidak, saya tidak boleh mengatakan seperti itu.Tapi saya juga tidak boleh berbohong. Kalau saya mengatakan yang sebenarnya, semua orang akan mulai membenciku dan menyebutku pencuri. Saya pun akan dihukum karena mencuri.”

Maka, laki-laki itu memutuskan untuk tidak mencuri pada malam itu, dan menghentikan perbuatan buruknya, yaitu mencuri.

Keesokan harinya, ia merasa ingin minum arak. Ketika ia hendak melakukannya, ia berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang harus saya katakan kepada Nabi Muhammad jika beliau bertanya tentang apa yang telah saya sepanjang hari ini? Saya tidak boleh berbohong. tapi jika saya mengatakan yang sebenarnya, orang-orang akan membenciku, karena seorang Muslim tidak meminum arak.”

Maka ia berhenti meminum arak, dan berhasil menghilangkan kebiasaan buruknya. []

Sumber: Manisnya Kopi Asin, Merajut Hati Meraih Kebahagiaan Hakiki/Penulis: Irwan Kurniawan/Penerbit: Majlis Ta’lim Ibadurrahman,2011

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline