Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Malik bin Dinar dan Seorang Pencuri

0

Pada suatu malam seorang pencuri tengah mengendap-endap rumah Malik bin Dinar. Pencuri itu dengan mudah berhasil masuk ke dalam. Begitu berada di dalam rumah, sang pencuri kecewa ternyata tidak ada yang layak dicuri. Malik ketika itu tengah melakukan sholat. Menyadari dirinya tidak sendiri, dia segera mengakhiri doanya dan berbalik menghadap maling itu.

Tanpa menunjukkan tanda-tanda syok atau ketakutan, Malik dengan tenang mengucapkan salam dan berkata, “Saudaraku, semoga Allah memaafkanmu. Anda memasuki rumah saya dan tidak menemukan apa-apa yang layak untuk diambil, namun saya tidak ingin Anda pergi tanpa mengambil beberapa keuntungan.”

Dia masuk ke ruangan lain dan kembali membawa kendi berisi air. Dia melihat ke mata pencuri dan berkata, “Berwudhulah dan lakukan sholat dua rakaat dan berdoalah kepada Allah, karena jika Anda melakukannya, Anda akan meninggalkan rumah saya dengan harta yang lebih besar daripada yang Anda inginkan.”

Si pencuri merasa tersanjung oleh sopan santun dan kata-kata Malik, si pencuri berkata, “Ya, itu memang tawaran yang murah hati.”

Setelah berwudhu dan melakukan shalat dua rakaat, pencuri itu berkata, “Wahai Malik, bolehkah saya tinggal beberapa saat lagi, karena saya ingin sholat lagi?”

Malik berkata, “Lakukanlah perintah Allah tersebut sesuai dengan yang telah diperintahkan!”

Pencuri itu akhirnya menghabiskan sepanjang malam di rumah Maalik. Ia terus berdoa sampai pagi. Lalu Malik berkata, “Pergilah sekarang dan jadilah orang baik!”

Related Posts

Gigitan Ular yang Melumpuhkan

Tapi alih-alih pergi, si pencuri berkata, “Bolehkah saya tinggal beberapa hari di sini bersamamu hingga beberapa hari? Karena saya telah berniat puasa.”

“Tinggallah selama yang Anda inginkan,” kata Malik.

Pencuri tersebut akhirnya tinggal selama beberapa hari di rumah Malik bin Dinar. Pncuri tersebut menghabiskan malamnya dengan shalat dan memanjatkan doa kepada allah subhaanahu wa ta’ala dan tak lupa berpuasa di hari-hari yang disunahkan. Ketika Pencuri tersebut memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah Malik bin Dinar, ia berkata, “Wahai Malik, saya telah bertekad untuk bertobat atas dosa-dosa saya dan memperbaiki hidup saya yang dulu. Saya ucapkan terimakasih atas semua perlakuan yang telah engkau berikan kepadaku.”

Maalik berkata, “Semua itu atas kehendak Allah.”

Orang itu memperbaiki jalannya dan mulai menjalani kehidupan yang benar dan taat kepada Allah. Kemudian, dia menemukan seorang pencuri lain yang bertanya kepadanya, “Sudahkah Anda menemukan hartamu?”

Dia menjawab, “Saudaraku, yang saya temukan adalah Malik Bin Dinar, saya pergi untuk mencuri darinya, tapi sayalah yang akhirnya mencuri hati saya, saya benar-benar bertobat kepada Allah, dan saya akan tetap berada di pintu Rahmat dan Pengampunan sampai saya mencapai apa yang telah dicapai oleh hamba-hamba-Nya yang penuh kasih.” []

Sumber: Islamcan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline