Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Lima Hal Istimewa bagi yang Berpuasa

0

Bertepatan di bulan Ramadhan selepas melaksanakan shalat, Rasulullah Shalallahu ‘alaih wasallam berbagi sapa dan berbincang-bincang dengan para sahabat tentang berbagai hal. Di antara para sahabat yang hadir adalah Abu Hurairah. Sahabat yang satu ini terkenal sebagai penutur hadis terkemuka.

Dia bernama lengkap ‘Abdurrahman bin Sakhr. Dia berasal dari marga bin Fahm dari suku Azd,Yaman,dan lahirdi Madinah. Sebelum memeluk Islam, nama Abu Hurai adalah `Abd Al-Syams yang berarti ‘Hamba Matahari’.

Setelah memeluk Islam lewat tangan bin ‘Amr, kepala marganya yang datang bersamanya ke Makkah untuk menyatakan syahadat, namanya diganti Rasulullah Shalallahu ‘alaih wasallam, menjadi ‘Abdurrahman yang berarti ‘Hamba Yang Maha Pengasih’.

Namun, dia lebih dikenal dengan sebutan Abu Hurairah (Bapak Kucing Kecil) karena begitu menyayangi kucing kecil yang selalu dibawanya ke mana dia melangkah.

Dia sendiri baru datang ke Madinah pada tahun ke-7 Hijriah ketika terjadi Perang Khaibar. Setelah menetap di Kota Nabi, dia hidup bersama Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaih wasallam selama sekitar empat tahun. Selama itu pula. dia hampir selalu menyertai beliau karena tidak berdagang sebagaimana kaum Muhajirin dan mereka hingga mereka berbuka puasa; tidak menggarap ladang sebagaimana kaum Anshar.

Karena kehidupannya sangat dekat dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, maka setelah beliau wafat, dia terkenal sebagai sahabat yang paling banyak menuturkan hadis Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam lepas memperbincangkan pelbagai hal, yang didengar dengan saksama oleh Abu Hurairah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, kemudian berkata, “Sahabat-sahabatku! Umatku, berkenaan dengan puasa yang mereka laksanakan, dikaruniai Allah Swt lima hal istimewa yang belum pernah dianugerahkan kepada umat-umat sebelum mereka:

(1) Bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak di sisi Allah ketimbang harum wewangian;

(2) Ikan-ikan di lautan memohonkan ampunan bagi

(3) Setiap hari Allah menghiasi surga-Nya, kemudian berfirman, ‘Sebentar lagi hamba-hamba-Ku yang saleh akan di Iepaskan dari kesusahan yang menimpa mereka dan mereka akan datang kepadamu.’

(4) Setan-setan yang jahat akan dibelenggu supaya tidak dapat bebas menggoda mereka sebagaimana yang biasa mereka lakukan di luar bulan Ramadhan;

(5) Pada malam terakhir bulan Ramadhan, mereka yang berpuasaakan diampuni.”

“Wahai Rasul! Apakah malam itu Lailatul-Qadar?’ tanya salah seorang di antara para sahabat.

“Bukan! la layaknya upah yang diterima pekerja setelah menyelesaikan pekerjaannya,” jawab beliau. []

Baca juga: Menjelang Bulan Ramadhan, Inilah Enam Pesan dari Rasulullah

Sumber: Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah: 1000 Kisah Penuntun Shalat, Puasa, Zakat dan Haji/Penulis: Ahmad Rofia Usmani/Penerbit: Mizan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline