Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Nabi Musa Ingin Melihat Wujud Allah

0

Nabi Musa diperintahkan Allah untuk naik ke Gunung Sinai (Thursina). Di atas gunung itu. Nabi Musa diperintahkan Allah untuk berpuasa dan beribadah.

Setelah 40 hari berlalu. Allah pun menurunkan Taurat kepada Nabi Musa. Nabi Musa ternyata sangat merindukan Allah. la pun sangat ingin bertemu dan melihat wajah Allah. Namun, Allah mengatakan di dalam firman-Nya. “Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihatku.”

Meskipun begitu. Nabi Musa tetap sangat Ingin melihat Allah secara langsung. Akhirnya, Allah mengabulkan keinginan Nabi Musa. Nabi Musa diperintahkan untuk duduk di atas batu yang ada di Gunung Sinai. Allah pun memerintahkan malaikat yang berada di langit ke satu hingga langit ke tujuh sebagai bala tentara Allah untuk menampakan dirinya di hadapan Nabi Musa dengan senantiasa bertasbih dan bertahlil. Suara malaikat tersebut seperti suara petir yang menyambar-nyambar. Akhirnya Allah akan menampakan cahaya diri-Nya. Semua gunung, bumi, dan samudera bergetar. Semuanya bersujud kepada Allah. Ketika sinar mulai terlihat. gunung-gunung hancur dan Nabi Musa terpental hingga jatuh pingsan.

Related Posts

Penukaran Pahala Seratus Tahun dengan Segelas Air

Kisah Nabi MUsa ini Terdapat dalam al-Qur’an surat Al-Araf ayat 143,

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

 

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.

Sumber: Cerita & Makna Asmaul Husna/ Siti Wahyuni,Arini Nurpadilah/ Cerdas Interaktif/ 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline