Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Khadijah Mendampingi Manusia Mulia

0

Khadijah adalah istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang paling dekat nasabnya dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Semua anak-anak Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan dari rahim Khadijah kecuali Ibrahim.

Khadijah adalah seorang wanita yang kaya, cantik, serta memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat, sehingga banyak orang Quraisy yang ingin menikahinya akan tetapi hatinya terpikat pada sosok seorang pemuda yang tidak memiliki harta namun memiliki budi pekerti yang luhur dan tinggi. Dialah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Khadijah telah mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela risalah kenabian. Ia lah wanita yang selalu menenangkan sang kekasih dikala dirundung duka dan gelisah. Ia menguntaikan mutiara-mutiara kata yang indah sebagai penyejuk di kala susah, penenang di kala bimbang, dan membakar semangat di kala lesu dan kecewa. Kata-kata indahnya telah diriwayatkan dan dicatat oleh perawi dan penulis, sebagai ibrah bagi para istri dan wanita yang hendak meneladani sang kekasih penghulu manusia.

Tatkala Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya “Aku mengkhawatirkan diriku.”

Khadijah pun menanggapi curhatan sang kekasih dengan mengatakan, “Tidak demikian, bergembiralah, Demi Allah sesungguhnya Allah selamanya tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Allah, sungguh engkau telah menyambung tali silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa, engkau menolong orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong orang-orang yang tak berdaya ditimpa musibah.”

Demikianlah ia menghibur sang suami yang kala itu khawatir sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya. Ia memotivasi, memuji, dan memberi kabar gembira.

Tidak heran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya, selalu menyebut namanya, kemuliaannya, dan jasa-jasanya, meski ia telah tiada. sampai-sampai Aisyah berkata, “Aku tidak pernah cemburu pada seorang pun dari istri-istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam seperti kecemburuanku pada Khadijah. aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebut namanya. Terkadang Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih seekor kambing kemudian mengirimkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah. Ada kalanya aku berkata kepadanya, “Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita bagi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kecuali Khadijah”, lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia itu wanita yang demikian dan demikian dan aku dahulu memiliki seorang putra darinya…’” Aisyah cemburu kepada Khadijah padahal Khadijah telah meninggal dunia.

Khadijah wafat tiga tahun sebelum hijrah. Pada hari wafatnya Khadijah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kesedihan yang sangat dalam hingga tahun wafatnya disebut dengan “Tahun Kesedihan”. []

Sumber: Biografi Khadijah/ Kisah Lengkap Islami/ 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline