Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Jibril Mengajari Rasulullah Bersuci dan Shalat

0

Kali pertama, shalat diwajibkan kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam adalah dua rakaat setiap kali shalat, kemudian Allah menyempurnakannya dengan menjadikan shalat itu empat rakaat bagi orang muqim dan menetapkannya dua rakaat seperti sejak awalnya bagi seorang musafir.

Ibnu Ishaq menuturkan: Sebagian pakar berkata kepadaku, Saat pertama kali shalat diwajibkan kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, malaikat Jibril mendatangi beliau di atas gunung Makkah. Malaikat Jibril mengisyaratkan kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam dengan tumitnya di lembah dan dari lembah itulah memancarlah mata air. Kemudian Malaikat Jibril berwudhu sementara itu Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam melihatnya untuk mengajari Rasulullah bagaimana cara bersuci untuk shalat, kemudian beliau berwudhu sebagaimana yang dilakukan Malaikat Jibril. Kemudian Malaikat Jibril berdiri dan shalat, dan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam shalat sebagaimana shalatnya Jibril. Kemudian Malaikat Jibril pergi meninggalkan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam.

Related Posts

Tatkla Allah Swt Memerintahkan Qolam untuk Mendatangi Lauh

Setelah Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam kembali menemui Khadijah lalu berwudhu’ untuk mengajarkan kepadanya cara bersuci untuk shalat sebagaimana di ajarkan Malaikat Jibril kepadanya. Khadijah pun berwudhu sebagaimana Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berwudhu’. Selanjutnya Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam shalat seperti Malaikat Jibril shaiat mengimami beliau, dan Khadljah shaiat seperti shaiat Rasulullah.

Ibnu lshaq menceritakan: Utbah bin Muslim, mantan budak Bani Taim bercerita kepadaku dari Nafi’ bin Jubair bin Muth’im, sedangkan Nafi’ meriwayatkan banyak sekali hadits, dari Ibnu Abbas ia berkata: “Ketika shaiat ditetapkan kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, Rasulullah didatangi Malaikat Jibril, lalu dia shaiat mengimami beliau ketika matahari mulai condong ke barat, kemudian Malaikat Jibril mendirikan shaiat Ashar bersamanya saat bayangan suatu benda sama persis sama dengan bendanya, lalu Malaikat Jibril mendirikan shaiat Maghrib ketika matahari telah terbenam, lalu Malaikat Jibril mendirikan shaiat Isya’ ketika sinar merah setelah terbenamnya matahari telah hilang, lalu Malaikat Jibril mendirikan shaiat Shubuh ketika fajar menyingsing. Keesokan harinya Malaikat Jibril kembali mendatangi Rasulullah lalu mendirikan shaiat Zhuhur mengimami beliau ketika bayangan sebuah benda persis sama seperti dirinya, kemudian ia mendirikan shaiat Ashar bersama beliau ketika bayangan seseorang dua kali lebih panjang, kemudian Malaikat Jibril mendirikan shaiat Maghrib ketika matahari telah terbenam sama sebagaimana yang dia lakukan kemarin, kemudian Malaikat Jibril mendirikan shaiat Isya’ bersama beliau setelah sepertiga malam pertama berlalu, kemudian Malaikat Jibril mendirikan shaiat Shubuh mengimami beliau ketika sedikit terang namun mentari belum menyingsing. Setelah itu, Malaikat Jibril berkata: “Wahai Muhammad, waktu shaiat adalah pertengahan antara shalatmu hari ini dan shalatmu yang kemarin.” []

 

Referensi: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline