Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah yang Telah Membuat Rasulullah Tak Dapat Menahan Tangisnya

0

Abdullah bin Mas’ud ialah salah satu shahabat Rasulullah, dalam soal harta, ia tak punya apa-apa, tentang perawakan ia kecil dan kurus, apalagi dalam soal pengaruh, maka derajat­nya jauh di bawah. Tapi sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya bagian yang melimpah dan perolehan yang cukup dari perbendaharaan Kisra dan simpanan Kaisar.

Sebagai imbalan dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, dianugerahi-Nya kemauan baja yang dapat menun­dukkan para adikara dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang tersia ter­lunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuli­aan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seo­rang tokoh terkemuka dalam sejarah kemanusiaan.

Rasulullah pula mewasiatkan untuk mencontoh bacaan Al-Qur’an, dan mempelajari cara membaca al-Quran dari Mas’ud. Sabda Rasulullah, “Barang siapa yang ingin hendak mendengar al-Quran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia mendengarkan­nya dari Ibnu Ummi ‘Abdin…!

Sungguh, telah lama Rasulullah menyenangi bacaan al-Quran dari mulut Ibnu Mas’ud.  Pada suatu hari ia memanggilnya lalu berkata, “Bacakanlah kepadaku, hai Abdullah!”

“Haruskah aku membacakannya pada anda, wahai Rasul­ullah?”

Jawab Rasulullah, “Saya ingin mendengarnya dari mulut orang lain”

Maka Ibnu Mas’ud pun membacanya dimulai dari surat an-Nisa, hingga sampai pada firman Allah Ta’ala,

“Maka betapa jadinya bila Kami jadikan dari setiap ummat itu seorang saksi, sedangkan kamu Kami jadikan sebagai saksi bagi mereka! Ketika orang-orang kafir yang mendurhakai Rasul sama berharap kiranya mereka disamaratakan dengan bumi… dan mereka tidak dapat merahasiakan pem­bicaraan dengan Allah….!” (QS an-Nisa: 41-42)

Maka Rasulullah tak dapat manahan tangisnya, air matanya meleleh dan dengan tangannya diisyaratkan kepada Ibnu Mas’ud yang maksudnya, “Cukup…. cukuplah sudah, hai Ibnu Mas’ud…!“

Rasulullah pernah berkata kepadanya, “Kamu akan menjadi seorang pemuda terpelajar.” Ia telah diberi pelajaran oleh Tuhannya hingga menjadi faqih atau ahli hukum ummat Mu­hammad, dan tulang punggung para huffadh al-Quranul Karim. []

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah/ Penulis : Khalid Muhammad Khalid/ Penerbit : CV Diponegoro

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline