Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah yang Menjadi Sebab Atas Kekalahannya!

0

Kekalahan dalam perang badar mendorong kaum Kafir Quraisy Makkah untuk merencanakan suatu serangan besar terhadap Umat Islam di Madinah. Pada tahun 3 H/625 M, dengan membawa 3.000 pasukan unta, 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam), dan 700 orang pasukan Islam berbaju besi.

Mengetahui hal ini Nabi Muhammad mengadakan musyawarah bersama para sahabat. Untuk menghadapi kaum kafir Quraisy, beliau memberangkatkan 1.000 pasukan. Namun, baru melewati jalan batas kota, Abdullah bin Ubay (seorang munafik), dengan 300 orang Yahudi membelot dan kembali pulang.

Beberapa kilo meter di luar kota Madinah, tepatnya di Bukit Uhud, Nabi Muhammad menempatkan 50 orang pemanah mahir di lereng bukit yang cukup tinggi untuk mendukung serangan berkuda musuh. Pasukan ini di bawah pimpinan Hamzah bin Abdul Muthalib. Nabi Muhammad berpesan agar tidak meninggalkan bukit itu dengan pesan apapun.

Related Posts

Pasukan kafir Quraisy, di bawah pimpinan Khalid bin Walid dan Ikrimah bin Abu Jahal telah datang menghalau Kaum Muslimin. Pasukan Muslimindapat memukul mundur pasukan musuh yang lebih besar. Namun sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata itu digagalkan oleh godaan harta yang ditinggalakan pihak musuh. Pasukan Muslimin, termasuk anggota pemanah, mulai memungut harta rampasan dan tidak menghiraukan gerakan musuh.

Khalid bin Walid pun membelokkan pasukannya untuk kembali menyerang. Mereka menyerang dari atas bukit yang ditinggalkan oleh Kaum Muslimin. Sehingga pasukan Muslimin pun tidak mampu bertahan. Hamzah, paman Rasulullah terbunuh denag dada dibelah dan hatinya dikeluarkan. Hindun (istri dari Abu Sufyan) mengambil hati Hamzah, dan memakan, lalu memuntahkannya.

Pada perang Uhud ini Rasulullah mengalami luka-luka. Bahkan kaum kafir Quraisy meyebarkan isu bahwa beliau telah gugur. Taktik ini digunakannya agar menyurutkan semangat pasukan Muslimin yang belum kuat imannya. Pasukan Muslimin yang gugur sebanyak 70 orang, sedangkan kaum kafir Quraisy kehilangan pasukan sebanyak 20 orang. []

Sumber: Sejarah Perkembangan Islam/ Penulis: N Abbas Wahid/ Penerbit: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline