Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah Rumah Tangga Sederhana

0

Pernikahan Ali bin Abi Thalib dengan Siti Fatimah Azzahra merupakan pernikahan yang sangat sederhana, namun Allah memberikan keberkahan didalamnya.

Rumah Tangga Sederhana Maskawin sebesar 400 dirham diserahkan kepada Abu Bakar untuk diatur penggunaannya. Dengan persetujuan Rasulallah, Abu Bakar menyerahkan 66 dirham kepada Ummu Salmah untuk “Biaya pesta” perkawinan. Sisa uang itu dipergunakan untuk membeli perkakas dan peralatan rumah tangga.

  1. Sehelai baju kasar perempuan;
  2. Sehelai kudung;
  3. Selembar kain Qathifah buatan khaibar berwarna hitam;
  4. Sebuah balai-balai;
  5. Dua buah kasur terbuat dari kain kasar Mesir (yang sebuah berisi ijuk kurma dan yang sebuah bulu kambing);
  6. Empat buah bantal kulit buatan Thaif (berisi daun idzkir);
  7. Kain tabir tipis terbuat dari bulu;
  8. sebuah tikar buatan Hijr;
  9. Sebuah gilingan tepung;
  10. Sebuah ember tembaga;
  11. Kantong kulit tempat air minum;
  12. Sebuah mangkuk susu;
  13. Sebuah mangkuk air;
  14. Sebuah wadah air untuk sesuci;
  15. Sebuah kendi berwarna hijau;
  16. Sebuah kuali tembikar;
  17. Beberapa lembar kulit kambing;
  18. Sehelai ‘aba-ah (semacam jubah);
  19. Dan sebuah kantong kulit tempat menyimpan air.

Sejalan dengan itu Ali mempersiapkan tempat kediamannya dengan perkakas yang sederhana dan mudah didapat. Lantai rumahnya ditaburi pasir halus. Dari dinding ke dinding lain dipancangkan sebatang kayu untuk menggantungkan pakaian. Untuk duduk-duduk disediakan beberapa lembar kulit kambing dan sebuah bantal kulit berisi ijuk kurma. Itulah rumah kediaman Ali yang disiapkan guna menanti kedatangan isterinya, Fatimah.

Related Posts

Pernikahan Rasulullah SAW dengan Saudah dan Aisyah

Selama satu bulan sesudah pernikahan, Fatimah masih tetap di rumahnya yang lama. Ali merasa malu untuk menyatakan keinginan kepada Rasulallah supaya puterinya itu diperkenankan pindah ke rumah barunya.

Dengan ditemani oleh salah seorang kerabatnya dari Bani Hasyim, Imam Ali menghadap Rasulallah. Lebih dulu mereka menemui Ummu Aiman, pembantu keluarga Nabi. Kepada Ummu Aiman, Ali menyampaikan keinginannya.

Setelah itu, Ummu Aiman menemui Ummu Salmah guna menyampaikan apa yang menjadi keinginan Ali. Sesudah Ummu Salmah mendengar persoalan tersebut, ia terus pergi mendatangi isteri-isteri Nabi yang lain.

Guna membicarakan persoalan yang dibawa Ummu Salmah, para isteri Nabi berkumpul. Kemudian mereka bersama-sama menghadap Rasulallah. Namun Ternyata, ketakutan mereka sebelumnya sangatlah salah, beliau menyambut gembira keinginan Ali. hingga akhirnya Fatimah ikut bersama Ali di rumah sederhananya. []

Sumber: Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a./ Penulis: H.M.H. Al Hamid Al Husaini/ Penerbit: Lembaga Penyelidikan Islam,1981

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline