Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apakah Setelah Kejahatan Masih Ada Lagi Kebaikan?

0

Hudzaifah Ibnul Yaman telah dikurniai fikiran jernih, dan karena itu ia mempelajari sumber-sumber kejahatan dan kemungkinan-kemungkinannya. Ia terdidik ditangan Rasulullah SAW dengan kalbu terbuka tak ubah bagai cahaya shubuh, hingga tak suatu pun dari persoalan hidupnya yang tersembunyi. Tak ada rahasia terpendam dalam lubuk hatinya, seorang yang benar dan jujur, mencintai orang-orang yng teguh membela kebenaran, sebaliknya mengutuk orang-orang yang berbelit-belit dan riya, orang-orang culas bermuka dua.

Ia berkata, “Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, tetapi saya menanyakan kepadanya tentang kejahatan, kerana takut akan terlibat di dalamnya.

Pernah ku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dulu kita berada dalam kejahiliyahan dan diliputi kejahatan, lalu Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini, apakah dibalik kebaikan ini ada kejahatan?’

‘Ada’, ujar Rasulullah.

‘Kemudian apakah setelah kejahatan masih ada lagi kebaikan?’ tanyanya pula.

‘Memang, tetapi kabur dan bahaya.’

‘Apakah bahaya itu?’

‘Yaitu segolongan ummat mengikuti sunnah bukan sunnahku, dan mengikuti petunjuk bukan petunjukku. Kenalilah mereka olehmu dan laranglah.’

‘Kemudian setelah kebaikan tersebut masihkan ada lagi kejahatan?’ tanyanya pula.

‘Masih,’ ujar Nabi, ‘Yakni para tukang seru di pintu neraka. Barangsiapa menyambut seruan mereka, akan mereka lemparkan ke dalam neraka!’

Lalu kutanyakan kepada Rasulullah, ‘Ya Rasulullah, apa yang harus saya perbuat bila saya menghadapi hal demikian?’

Ujar Rasulullah, ‘Senantiasa mengikuti jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka!’

‘Bagaimana kalau mereka tidak punya jama’ah dan tidak pula pemimpin?’

‘Hendaklah kamu tinggalkan golongan itu semua, walau kamu akan tinggal dirumpun kayu sampai kamu menemui ajal dalam keadaan demikian!’”

Kemampuannya dalam hal ini telah sampai kepada apa yang diinginkannya, hingga Amirul Mu’minin Umar r.a. yang dikenal sebagai orang yang penuh dengan inspirasi, seorang yang cerdas dan ahli, sering juga mengandalkan pendapat Hudzaifah, begitu pula ketajaman pandangannya dalam memilih tokoh dan mengenali mereka. []

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah/ Penulis : Khalid Muhammad Khalid/ Penerbit : CV Diponegoro Bandung, 2006

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline