Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ampunan Rasulullah untuk Ahnaf

0

Qais bin Muawiyah as-Sa’di mendapatkan karunia seorang bayi laki-laki pada tahun ketiga sebelum Hijriyah. Dia diberi nama adh-Dhahhak, tapi orang-orang menyebutnya Ahnaf karena kakinya yang bengkok (seperti huruf X).

Ayahanda Ahnaf yang bernama Qais berkedudukan pertengahan. Ahnaf lahir di sebelah Barat Yamamah, tepatnya di daerah Najd. Ahnaf kecil tumbuh sebagai yatim karena ayahnya terbunuh ketika dia masih sangat kecil. Cahaya Islam bersinar di hati bocah itu sejak dia belum tumbuh kumisnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus beberapa sahabat kepada kaum Ahnaf bin Qais untuk menyeru mereka kepada Islam. Ketika mereka menjumpai tokoh-tokoh kaum itu sambil memberikan dorongan iman dan menawarkan Islam, mereka berpandang-pandangan.

Ketika keadaan hening, tiba-tiba Ahnaf muda yang hadir disana angkat suara, “Wahai saudara-saudaraku, mengapa kalian mesti ragu? Demi Allah utusan yang datang kepada kalian ini adalah sebaik-baik utusan. Mereka mengajak keapda akhlak yang luhur dan melarang dari yang cela. Demi Allah, tiada yang kita lihat dari mereka selain kebaikan, maka sambutlah seruan hidayah ini, niscaya kalian akan bahagia dunia dan akhirat.”

Ahnaf menuturkan ceritanya, “Suatu kali pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, aku sedang melakukan thawaf di Baitul Atiq (Ka’bah) dan berjumpa dengan seseorang yang sudah aku kenal.

Dia memegang tanganku seraya berkata, “Maukah aku berikan kabar gembira kepada Anda?”

Aku berkata, “Ya tentu saja.”

Dia berkata, “Ingatkah Anda sewaktu aku diutus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyeru kaum Anda kepada Islam? Saya membujuk mereka dan menawarkan Islam, kemudian Anda mengatakan sesuatu kepada mereka?”

Aku menjawab, “Ya, aku ingat.”

Dia melanjutkan, “Setibanya saya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan tentang apa yang Anda katakan, beliau berdoa, “Ya Allah, berikan ampunanmu kepada Ahnaf.”

Maka Ahnaf bekata, “Tidak satu pun dari amalanku yang aku harap bisa lebih bermanfaat di hari kiamat kecuali doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu.” []

Sumber: Mereka adalah Para Tabi’in/ Penulis: Dr. Abdurrahman Ra’at Basya/Penerbit: At-Tibyan,2009

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline