Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

‘Amir bin Abdullah: Aku Mendapati Dunia Ini Berakhir pada Empat Perkara

0

‘Amir memiliki kemuliaan dengan mengikuti peristiwa Qadisiyyah Jan berbagai penaklukan yang dilakukan oleh Kaum Muslimin, Ketika orang-orang sedang sibuk mengumpulkan ghanimah setelah selesai perang, pemimpin pasukan pun tengah duduk di dalam istana Kisra sambil memuji Rabbnya dan bersyukur atas nikmat-Nya kepada kaum muslimin dengan menganugerahkan kemenangan yang berturut-turut. Orang-orang mukmin pun tersebar di seluruh penjuru istana sambil mengumpulkan ghanimah kemenangan dan harta fai yang sangat banyak.

Sementara itu di tengah-tengah mereka ada seseorang yang tidak dikenal telah menemukan barang yang paling mahal dan paling berharga di antara temuan kaum muslimin yang lainnya. Dia menemukan sebuah lemari besi yang penuh dengan emas dan permata, lemari itu akan memberatkan orang yang membawanya. Akan tetapi, dia mengangkatnya dengan kedua tangannya dan tidak mempedulikan apa yang ada di dalamnya serta tidak menginginkannya, lalu dia menyerahkan lemari itu kepada mereka semua.

Mereka pun bertanya, “Dari mana ini, wahai fulan?”

Dia menjawab, “Aku menemukannya dari medan pertempuran dari tempat itu.”

Mereka bertanya lagi, “Apakah engkau telah mengambil sesuatu darinya?”

Dia menjawab, “Demi Allah, ini dan seluruh harta henda milik para raja Persia itu tidak berharga seujung kuku pun bagiku. Seandainya tidak ada hak Baitul Mal kaum muslimin, niscaya aku tidak akan mengulurkan kedua tanganku untuk mengambilnya.”

Lalu mereka pun bertanya tentang namanya, namun dia menolak untuk memberitahukan seraya berkata, “Tidak, demi Allah aku tidak akan memberitahukannya kepada kalian supaya kalian berterima kasih kepadaku, aku juga tidak suka jika orang lain mengetahuinya lalu mereka memujiku. Akan tetapi, aku mengharapkan keutamaan dan pahala dari Rabbku.”

Maka para tentara itu pun berlalu pergi sambil bertanya-tanya dan mencari tahu siapakah orang ini.

Related Posts

Ketika Nabi Datang ke Mekkah: Siapakah Mereka ini Wahai Al-Abbas?

Hingga datang kepada mereka seseorang yang berkata, “Dia adalah ‘Amir bin Abdullah At-Tamimi—salah satu dari kedelapan tokoh zuhud—bahkan dia adalah seorang zuhud di Basrah.”

Perperangan itu hanyalah berarti kezuhudan dan tasbih.

Suatu ketika seorang tentara Islam datang kepadanya seraya berkata, “Wahai `Amir, doakanlah aku.”

`Amir menjawab, “Engkau memohon kepada orang yang tidak berkuasa atas dirinya sendiri. Akan tetapi, taatlah kepada Allah, kemudian berdoalah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengabulkan doamu.”

Lalu datang lagi laki-laki yang lain kepadanya seraya bertanya, “Apakah yang telah engkau dapatkan dari dunia?”

Dia menjawab, “Aku mendapati dunia ini berakhir pada empat perkara; harta, wanita, tidur, dan makan. Maka aku tidak memiliki keperluan terhadap harta dan wanita. Sedangkan tidur dan makan, demi Allah seandainya aku mampu maka aku akan memaksa diriku untuk meninggalkan keduanya.”

Lalu seseorang bermaksud mendebat terkait apa yang dia katakan, orang itu berkata kepadanya, “Apa-apaan ini, wahai ‘Amir? Bukankah Allah berfirman, ‘Dan Kami berikan kepada merka istri-istri dan keturunan.’ (Ar-Ra’d: 38)”

Maka ‘Amir langsung menjawabnya, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56) []

Sumber: Kisah Para Tabiin/Penulis:Syaikh Abdul Mun’im Al-Hasyimi /Penerbit:Ummul Qura

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline