Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Aku Merindukan Surga!!! Aku Merindukan Surga!!!

0

Perang Uhud yang merupakan peperangan antara kaum Muslim dengan kaum kafir Quraisy yang disebabkan karena balas dendam kaum kafir Quraisy kepada kaum Muslim karena kalahnya mereka pada perang badar.

Perang Uhud akhirnya meletus. Amr bin Jamuh menyaksikan para putranya sedang bersiap-siap untuk menghadapi para musuh Allah. Ia mendapati mereka setiap pagi dan petang bagaikan para singa di tengah hutan. Mereka begitu semangat untuk mendapatkan kesyahidan dan meraih ridha Allah. Kondisi ini membuat ia turut bersemangat. Ia bertekad untuk berangkat bersama mereka berjihad di bawah panji Rasulullah Saw. Akan tetapi anak-anaknya bersepakat untuk menghalangi ayah mereka untuk melaksanakan niatnya… Sebab ayahnya adalah seorang yang amat tua renta. Ditambah lagi, kakinya amat pincang. Padahal Allah Swt sudah memberikan dispensasi baginya. Maka anak-anaknya berkata kepada Amr: “Wahai ayah, Allah telah memaafkanmu. Mengapa engkau membebani dirimu sendiri padahal Allah sudah memaafkanmu?!”

Maka Amr yang tua renta pun menjadi amat berang. Ia langsung datang menghadap Rasulullah Saw untuk mengadukan mereka kepada Beliau. Ia berkata: “Wahai Nabi Allah, anak-anakku ingin melarangku untuk melakukan kebaikan ini. Mereka beralasan karena kakiku pincang. Demi Allah, aku berharap dapat menginjak surga dengan kaki ku yang pincang ini.”

Maka Rasul Saw bersabda kepada anak-anak Amr: “Biarkan ia, semoga Allah memberikan kesyahidan baginya.”

Maka anak-anak Amr membiarkan ayah mereka karena taat denganperintah Rasulullah Saw. Begitu waktu berangkat di umumkan, maka Amr bin Jamuh mengucapkan kata berpisah kepada istrinya seperti ucapan perpisahan seorang yang tak akan kembali lagi. Ia lalu menghadap kiblat dan mengangkat kedua telapak tangannya ke arah langit seraya berdoa: “Ya Allah berikanlah aku kesyahidan dan jangan kembalikan aku kepada keluarga lagi dengan rasa putus asa”

Lalu ia berangkat dengan dilindungi oleh ketiga anaknya dan pasukan yang banyak dari Bani Salamah. Saat peperangan berkecamuk dengan sengit, dan manusia sudah mulai terpisah dari barisan Rasulullah Saw, Amr bin Jamuh terlihat pada barisan pertama. Ia melompat dengan kakinya yang sehat sambil berseru: “Aku merindukan surga!!! Aku merindukan surga!!!” dan dibelakangnya terlihat anaknya yang bernama Khallad.

Kedua anak beranak tersebut membabatkan pedang mereka seraya melindungi Rasulullah Saw dari musuh hingga keduanya tersungkur sebagai syahid di medan laga. Jarak kematian sang anak dari ayahnya hanya sedikit berselang.

Begitu peperangan berhenti, Rasul Saw berdiri dihadapan para jenazah untuk menguruk tanah kubur mereka. Beliau bersabda kepada para sahabatnya: “Biarkan darah dan luka mereka, aku menjadi saksi bagi mereka semua!” Lalu Beliau bersabda: “Tidak ada seorang muslim yang terluka di jalan Allah, kecuali pada hari kiamat ia akan datang dengan darah mengalir yang warnanya seperti warna za’faran dan wangi seperti wangi misyk.” Beliau juga bersabda: “Kuburkanlah Amr bin Jamuh bersama Abdullah bin Amr; mereka berdua adalah orang yang saling mencinta dan satu barisan di dunia.”

Semoga Allah meridhai Amr bin Jamud dan para sahabatnya yang menjadi Syuhada Uhud. Dan semoga Allah memberikan cahaya dikubur mereka. []

Sumber: Kisah Heroik 65 Orang Shahabat Rasulullah SAW/ Penulis: Dr. Abdurrahman Ra’fat al-Basya/ Penerbit: Darul Adab al-Islami/ Februari, 2008

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline