Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abbad bin Bisyir Bermimpi Melihat Langit Terbuka Untuknya

0

Abbad bin Bisyir radiyallahu anhu adalah sahabat Anshar yang terkenal ketakwaannya. Keutamaannya ini telah dikenal luas di antara para sahabat. Aisyah radiyallahu anha pernah berkata tentang dirinya,”Ada tiga orang Anshar yang keutamaannya tak dapat diatasi seorang pun, yaitu Sa’ad bin Mu’adz, Usaid bin Hudhair, dan Abbad bin Bisyir!”

Abbad bin Bisyir masuk Islam sejak pertama kali mengetahui tentang Islam. Ketika itu Mus’ab bin Umair tiba di Madinah sebagai utusan dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. la diutus untuk mengajarkan seluk-beluk Islam kepada orang-orang Anshar yang telah berbaiat kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mus’ab memberikan pengajaran Islam dan membimbing mereka melakukan shalat. Abbad adalah seorang budiman yang telah dibukakan hatinya oleh Allah untuk me-nerima kebaikan. la datang menghadiri majelis Mus’ab dan mendengarkan dakwahnya, lalu dengan mantap diulurkan tangannya, berbaiat memeluk Islam.

Abbad bin Bisyir kemudian menjadi seorang muslim yang sungguh-sungguh. la ikut dalam setiap pertempuran. Dan, yang terakhir ia ikuti adalah Perang Yamamah. Sehari sebelum perang itu dimulai, Abbad mendapat sebuah mimpi yang aneh.

la menceritakan perihal mimpi itu kepada sahabatnya, Abu Sa’id al-Khudri, “Hai, Abu Sa’id! Saya semalam bermimpi melihat langit terbuka untukku, kemudian tertutup lagi! Saya yakin bahwa takbirnya, insya Allah, saya akan menemui syahid!” katanya.

“Demi Allah,” ujar Abu Sa’id, “itu adalah mimpi yang baik!”

Pada waktu Perang Yamamah, Abbad maju ke barisan depan dengan gagah berani. la berseru kepada orang-orang Anshar, “Pecahkan sarung-sarung pedangmu dan tunjukkan kelebihan kalian!”

Abbad yang memimpin sekitar empat ratus orang dari golongan Anshar bertempur tanpa mengenal takut hingga
menemui kematian. Wajahnya penuh luka bekas sambaran pedang. Tubuhnya hampir tidak dikenali, hanya beberapa tanda lahir yang memberi petunjuk bahwa itu adalah Abbad bin Bisyir.

Mimpi Abbad menjadi kenyataan. la gugur sebagai syahid. Pintu langit telah terbuka untuk menyambut pejuang mulia itu. Subhanallah, hebat kan Abbad ini?

la menyerang musuh di Yama-mah dengan gagah berani. Walaupun dalam mimpi sudah mendapat tanda akan syahid, Abbad bukannya takut malah semakin bersemangat. Syahid adalah cita-citanya. []

Baca juga: Meski Dia Masih Hidup, Dia Sudah Menjadi Penghuni Surga?

Sumber: 99 Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi/Penulis: Tethy Ezokanzo/Penerbit: Kalil

Leave A Reply

Your email address will not be published.

you're currently offline