Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wanita yang Masuk Neraka karena Kucing

0

Ini adalah kisah tentang seorang wanita Bani Israil dari Himyar yang menahan seekor kucing tanpa ia beri makan dan minum, hingga kucing itu mati kelaparan dan kehausan. Ini menunjukkan kerasnya tabiat, buruknya akhlak, tidak adanya rasa iba dan kasih sayang dalam hati wanita ini. Di samping ia dengan sengaja menyiksa kucing tersebut.

Andaikan di hati wanita ini ada rasa belas kasih, tentu sudah mengasihi kucing tersebut. Tampaknya, si wanita ini menahan kucing tersebut sepanjang malam dan siang hari dalam kondisi lapar dan haus. Di tengah situasi seperti ini, suara kucing mengandung pesan meminta pertolongan dan bantuan. Suara kucing seperti ini bisa dibedakan oleh mereka yang bisa mengenali suara-suara hewan. Namun hati si wanita yang keras bagai batu ini sama sekali tidak merespon panggilan kucing, dan enggan menerima permohonannya.

Related Posts

Perdebatan Nabi Isa dengan Seorang Laki-laki dari Bani Israil

Suara kucing kian lama kian meredup hingga akhirnya benar-benar berhenti. Kucing itu mati untuk mengadukan kepada Rabbnya atas perilaku zalim dan kerasnya hati manusia. Jika memang si wanita ini menginginkan kucing tersebut tetap berada di dalam rumah, bisa saja ia memberinya makan dan minum untuk menjaga si kucing tetap hidup.

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kita diberi pahala ketika berbuat baik kepada hewan. Jika si wanita ini tidak mau memberikan makan dan minum sekadar untuk menjaganya tetap hidup, ia seharusnya melepaskan kucing tersebut agar bisa pergi ke bumi Allah yang luas, sehingga bisa menemukan sesuatu untuk ia makan agar ia tidak mati. Terlebih, Allah memberikan rezeki untuknya melalui sisa-sisa makanan yang dibuang manusia. Juga serangga-serangga yang ia buru. Perbuatan tersebut ternyata membinasakan si wanita dan membuatnya masuk neraka karenanya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melihat kucing ini di neraka sedang menyerang wanita yang menahannya hingga menimbulkan luka-luka cakar di wajah dan tubumaya. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline