Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kisah Singkat Nabi Idris, Singa dari Segala Singa

0

Nabi Idris merupakan keturunan ke enam dari Adam a.s. Putra dari Yarid bin Mahlail bin Qinan bin Anusy bin Syits bin Adam a.s. yang menjadi keturunan pertama yang diutus menjadi Nabi setelah Nabi Adam dan Syits.

Menurut sejarahnya, beliau terlahir 1000 tahun dari Adam a.s wafat. Nama aslinya Nabi Idris adalah Akhnukh (Ukhunukh). Dipanggil Idris karena ia rajin mempelajari agama dan mushaf-mushaf Adam dan Syits.  Beliau sangat pandai dan terkenal dengan kesholehannya. Beliau juga memiliki kesabaran yang luar biasa dalam ketaatannya kepada Allah.

Hal ini diabadikan dalam Al-Qur’an, “Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.“ (QS. Al-Anbiya: 85)

Nabi Idris a.s adalah seorang yang tidak pernah lupa dalam beribadah kepada Allah SWT meskipun beliau selalu sibuk dalam menghadapi tugas-tugas hariannya sehingga Allah memberikan derajat tinggi kepadanya. Beliau merupakan seorang yang gagah berani, yang memiliki kekuatan luar biasa sehingga diberi julukan Asadul usud atau Singa dari segala singa.

Dalam riwayatnya, beliau pernah mendapat kesempatan untuk berkenalan dan bersahabat dengan malaikat Izrail, sampai akhirnya beliau meminta kepada malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya dan menghidupkannya kembali. Atas izin Allah permintaan itu dipenuhi. Setelah itu, beliau juga mempunyai keinginan untuk melihat Surga dan Neraka yang akhirnya juga dipenuhi.

Maka, tatkala beliau hampir dekat dengan Neraka, beliau pingsan karena bertemu dengan Malaikat Malik penjaga pintu Neraka yang amat seram dan menakutkan. Beliau tidak sanggup melihat dan menyaksikan segala siksaan di dalam Neraka. Dan ketika beliau melihat Surga, disambut dengan malaikat Ridwan yang santun dan ramah serta berwajah tampan, beliau pun hampir pingsan karena terpesona dengan keindahan Surga dan sangat menakjubkan yang tidak pernah ia bayangkan dan tidak pernah ia temukan di dunia.

Allah memberikan mukjizat kepadanya berupa kepandaian dalam segala bidang ilmu pengetahuan. Diantaranya yaitu, ilmu perbintangan, ilmu falaq, ilmu astronomi, ilmu alam, ilmu medis, dan lain sebagainya.

Ia juga pandai menunggangi kuda, karena pada masa itu hanya sedikit orang yang dapat menunggang kuda.

Saat tidak ada umatnya yang dapat menulis dan membaca, beliau pandai dalam hal kelangkaan itu. Karena kemampuannya dalam membaca kemudian Allah menurunkan 30 Shuhuf kepadanya yang berupa petunjuk untuk  disampaikan kepada umatnya yaitu keturunan Qabil yang durhaka kepada Allah.

Beliau diutus oleh Allah dan dipercaya untuk menegakkan agama Allah dan mengajarkan tauhid, menyebambah Allah, memperbaiki akhlak umatnya serta memberikan pedoman hidup bagi para pengikutnya agar selamat di dunia dan akhirat. Ia pula tercatat sebagai orang pertama yang biisa menjahit pakaian.  []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline