Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kecerdasan Abu Bakar Ash-Shiddiq Dalam Memecahkan Masalah

0

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Tidak selayaknya seseorang dari suatu kaum untuk menjadi imam padahal di tengah-tengah mereka ada Abu Bakar.”

Selain paling mengerti tentang Al-Qur’an, dia juga adalah orang yang paling paham tentang sunnah. Tatkala para sahabat menanyakan kepadanya banyak hal —dan itu bukan hanya sekali dua kali— dia selalu menampakkan kepakarannya dengan menukilkan hadits dari Rasulullah.

Dia menghafalnya dan menghadirkan sunnah itu tatkala dihajatkan dan diperlukan. Dimana hadits-hadits itu tidak ada pada mereka. Bagaimana tidak demikian sedangkan dia selalu bersama Rasulullah sejak dari masa awal diutusnya hingga meninggal. Dia juga salah seorang yang tecerdik di antara para sahabat.

Adapun tidak diriwayatkannya hadits-hadits darinya kecuali hanya dalam jumlah yang sedikit, karena dia hidup tidak begitu lama setelah meninggalnya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Andaikata usianya panjang niscaya akan banyak hadits yang diriwayatkan darinya. Dan tidak ada seorang pun yang akan meninggalkan riwayat-riwayat hadits yang datang dari nya.

Karena para sahabat yang hidup sezamannya, mereka tidak akan meriwayatkan darinya hadits-hadits yang mereka sendiri juga tahu. Mereka hanya menukil darinya apa yang tidak mereka dengar langsung dari Rasulullah.

Abul Qasim Al-Baghawi meriwayatkan dari Maimun bin Mahran, dia berkata, “Jika ada orang yang mengajukan perkara kepada Abu Bakar, maka dia akan melihat hukumnya di dalam Kitab Allah. Jika dia dapatkan hukumnya di dalam Kitab Allah maka dia akan memutuskan hukumnya sesuai dengan apa yang ada di dalam Al-Qur’an itu. Jika dia tidak dapatkan dalam Kitab Allah dan dia tahu bahwa itu ada di dalam hadits Rasulullah, maka dia akan memutuskan sesuai dengan hadits Rasulullah.

Jika tidak dia dapatkan dalam Kitab Allah dan sunnah Rasulullah, maka dia akan bertanya kepada kaum muslimin dan berkata, ‘Ada seseorang yang datang kepada saya dan dia menanyakan demikian dan demikian. Adakah salah seorang di antara kalian yang mengetahui bahwa Rasulullah pernah memutuskan perkara ini?’

Mungkin dia akan mengumpulkan sedemikian banyak orang, kemudian para sahabat itu diminta untuk mengutarakan keputusan Rasulullah dalam masalah itu.

Kemudian Abu Bakar berkata, ‘Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan di antara kami orang yang hafal riwayat yang datang dari Nabi-Nya.’

Dan jika tidak mampu mendapatkan apa yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, dia akan mengumpulkan orang-orang terkenal dan bermusyarah dengan mereka. Jika mereka sepakat pada satu kesimpulan, dia akan memutuskan dengan apa yang mereka sepakati.

Umar bin Khattab melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Bakar. Jika dia tidak mendapatkan dasar hukumnya dari Al-Qur’an atau hadits dia akan merujuk pada apa yang dikerjakan oleh Abu Bakar, jika dia mendapatkan Abu Bakar pernah mengambil satu keputusan mengenai satu hal yang sama dengan apa yang saat itu dia hadapi, maka dia akan memutuskan dengan apa yang pernah diputuskan Abu Bakar. Jika tidak, dia akan memanggil kaum muslimin dan jika mereka ijma’ pada satu pendapat maka dia akan memutuskan sesuai dengan kesepakatan mereka.” []

Sumber: Tarikh Khulafa: Sejarah Para Khalifah/ Penulis: Imam As-Suyuthi/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, 2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline