Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Benteng Hanyalah Satu Tanda Kelemahan

0

Diriwayatkan dari Jabir bahwa Thufail bin Amru dan ad-Dusy menemui Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau memiliki benteng yang bisa melindungi dirimu?”

Rasulullah Shalallahu alihi wasallam lalu berkata, “Pada masa jahiliah, benteng merupakan satu tanda kelemahan.”

Rasulullah Shalallahu alihi wasallam pun menolak untuk menempati benteng yang telah Allah persiapkan untuk kaum Anshar. Di saat Rasulullah Shalallahu alihi wasallam hijrah ke Madinah, Thufail bin Amru dan seorang laki-laki dari kaumnya ikut menyertainya. Mereka pun sampai di Madinah dan laki-laki dari kaumnya itu sakit.

la bersedih hati atas kondisinya, lalu ia mengambil panahnya dan dengannya ia memotong celah jari-jarinya hingga darah mengucur dari tangannya hingga akhirnya ia menemui ajalnya. Thufail bin Amru lalu melihat laki-laki itu dalam mimpinya, ia dalam kondisi yang baik. la melihat tangan laki-laki itu diperban.

“Apa yang telah Tuhanmu lakukan kepadamu?”

“Dia telah mengampuniku dengan hijrah yang kulakukan bersama Nabi-Nya Shalallahu alihi wasallam.”

“Lalu mengapa tanganmu diperban?”

“Dikatakan padaku bahwa Kami tidak memperbaiki apa yang telah kamu rusak.”

Thufail lalu menceritakan mimpinya tersebul kepada Rasulullah Shalallahu alihi wasallam dan beliau pun berkata, “Ya Allah, ampunilah kesalahan yang menimpa tangannya tersebut.” (HR Muslim) []

Sumber: Kehidupan Dalam Pandangan Al Qur`an/Penulis: Ahzami Samiun Jazuli, DR/Penerbit: Gema Insani, 2006

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline