Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Bagaimana Aku Mau Banyak Bersyukur, Aku Makan pun Jarang?

0

Nabi Musa ‘alaihi sallam memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa ‘alaihi sallam. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa ‘alaihi sallam, “Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah subhaanhau wa ta’ala permohonanku ini agar Allah subhaanahu wa ta’ala menjadikan aku orang yang kaya.”

Nabi Musa ‘alaihi sallam tersenyum dan berkata kepada orang itu, “saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah subhaanhau wa ta’ala. Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, “Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja”!

Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa ‘alaihi sallam.

Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa ‘alaihi sallam, “Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah subhaanhau wa ta’ala permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu.”

Nabi Musa pun tersenyum, lalu ia berkata, “wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah subhaanhau wa ta’ala.

“ Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah? Allah telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya”, jawab si kaya itu.

Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah subhaanhau wa ta’ala tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah subhaanhau wa ta’ala mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah subhaanhau wa ta’ala. []

Sumber: Kisah Hikmah Islami/ Kisah Lengkap Islami/ 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline